Pengerjaan LRT Palembang mengalami kemajuan pesat. Meski sempat terkendala pemasangan girder pada belokan-belokan rawan maupun konstruksi jalur Sungai Musi, sejauh ini pengerjaan tetap on the track. Per 2 September lalu progres pembangunannya sudah mencapai 57,262%. Kondisi itu melampaui target 56,96%. Saat ini kontraktor berfokus mengerjakan 13 stasiun berikut jembatan penyeberangan dan pemasangan rel (konstruksi jalur/slab track) LRT. "Pekerjaan fisik dan yang berkaitan dengan sarana-prasarana ditargetkan selesai Desember nanti. Perkiraan persentase pekerjaan sudah 80,823%," ujar Kabid Perkeretaapian Dishub Sumsel Afrian Joni kemarin. Terpisah, Menhub Budi Karya Sumadi menerangkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji besaran tarif LRT. "Tarif akan disubsidi dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat Palembang," ujarnya. "Saya rasa, untuk masyarakat, tarif LRT pas lah Rp 7 ribu. Sisanya disubsidi Kemenhub. Itu sama halnya dengan tarif bus Trans Musi. "Angkutan masal itu kan tarifnya Rp 5 ribu, seharusnya Rp12 ribu. Kekurangannya disubsidi pemerintah," ungkapnya. Adapun pengadaan kereta sejauh ini masih dikerjakan PT Inka.
PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander

No comments:
Post a Comment