Proyek
LRT Jabodebek membutuhkan subsidi pemerintah sekitar Rp1 T tiap
tahunnya. Subsidi tersebut digunakan untuk membantu pelunasan pinjaman
bank. Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pembangunan LRT Jabodebek
akan menggunakan pinjaman bank dengan nilai sekitar Rp18,5 T dan tingkat
bunga yang diharapkan 7% per tahun. Pinjaman tersebut merupakan
pengembangan dari PMN sekitar Rp9 T. "Itu subsidi beda dengan PSO.
Subsidi ini membantu pengembalian saat meminjam," kata dia. Besaran
subsidi yang dibutuhkan sendiri sebanyak Rp15 T untuk 12 tahun. "Karena
memang subsidi untuk bayar utang pembangunan infrastruktur. Kami
sekarang itu menerima PSO untuk menjalankan KRL dan kereta Rp2 T. Jadi
kalau ini Rp15 T dalam 12 tahun berarti Rp1 T lebih, menerima subsidi
untuk dedikasi pengembalian peminjaman Rp18,5 T," jelas dia. Menkeu Sri
Mulyani mengatakan, negara tak mungkin menyediakan dana sebesar Rp18,5 T
dalam 3 tahun. PMN digunakan untuk memperoleh pinjaman tersebut. Edi
Sukmoro kembali menjelaskan, akan mencairkan sebagian pinjaman bank
tahun ini. KAI sendiri akan memegang dana Rp4 T tahun ini yang berasal
dari realokasi PMN 2015 dan APBNP 2017. Subsidi, lanjut Edi, akan
diberlakukan saat LRT beroperasi tahun 2019. "Subsidi kan akan dimulai
nanti, saat proyek itu atau kereta itu mulai. Mulainya kan 2019, nanti
2019 jalan selama 12 tahun. Subsidi itu kan kita minjam uang nih,
infrastruktur kan tugasnya pemerintah dibayarnya seperti deferred
payment, pemerintah bayarnya tahunan," kata Edi.
Monday, September 18, 2017
New
Proyek LRT Butuh Subsidi Rp 1 Triliun per Tahun
About Mas ammar
Ammar Maruf Achmad Iman Saputra, tulisan dalam blog ini dirangkum dari berbagai sumber media cetak ataupun elektronik, dengan tujuan memberikan informasi kepada para pecinta kereta api.
LRT
Labels:
LRT
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment