Proyek LRT Butuh Subsidi Rp 1 Triliun per Tahun - Informasi Seputar Kereta Api

Latest

Kumpulan Berita Terkini Perkembangan Moda Transportasi Kereta Di Indonesia.

Iklan atas

Monday, September 18, 2017

Proyek LRT Butuh Subsidi Rp 1 Triliun per Tahun

Penampakan kontruski pembangunan proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) di kawasan Kampung Makassar, Jakarta, Rabu (19/7). Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2018. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Proyek LRT Jabodebek membutuhkan subsidi pemerintah sekitar Rp1 T tiap tahunnya. Subsidi tersebut digunakan untuk membantu pelunasan pinjaman bank. Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pembangunan LRT Jabodebek akan menggunakan pinjaman bank dengan nilai sekitar Rp18,5 T dan tingkat bunga yang diharapkan 7% per tahun. Pinjaman tersebut merupakan pengembangan dari PMN sekitar Rp9 T. "Itu subsidi beda dengan PSO. Subsidi ini membantu pengembalian saat meminjam," kata dia. Besaran subsidi yang dibutuhkan sendiri sebanyak Rp15 T untuk 12 tahun. "Karena memang subsidi untuk bayar utang pembangunan infrastruktur. Kami sekarang itu menerima PSO untuk menjalankan KRL dan kereta Rp2 T. Jadi kalau ini Rp15 T dalam 12 tahun berarti Rp1 T lebih, menerima subsidi untuk dedikasi pengembalian peminjaman Rp18,5 T," jelas dia. Menkeu Sri Mulyani mengatakan, negara tak mungkin menyediakan dana sebesar Rp18,5 T dalam 3 tahun. PMN digunakan untuk memperoleh pinjaman tersebut. Edi Sukmoro kembali menjelaskan, akan mencairkan sebagian pinjaman bank tahun ini. KAI sendiri akan memegang dana Rp4 T tahun ini yang berasal dari realokasi PMN 2015 dan APBNP 2017. Subsidi, lanjut Edi, akan diberlakukan saat LRT beroperasi tahun 2019. "Subsidi kan akan dimulai nanti, saat proyek itu atau kereta itu mulai. Mulainya kan 2019, nanti 2019 jalan selama 12 tahun. Subsidi itu kan kita minjam uang nih, infrastruktur kan tugasnya pemerintah dibayarnya seperti deferred payment, pemerintah bayarnya tahunan," kata Edi.

No comments:

Post a Comment