![]() |
| Kereta Rangkaian Listrik (KRL) melintas di samping lokasi proyek pembangunan rel ganda di kawasan Banjir Kanal Barat, Jakarta, Jumat (19/10). TEMPO/Tony Hartawan. |
Fokus pembangunan jalur ganda ini, menurut Budi, adalah mengurangi penurunan atau landai medan. Selain itu, mengurangi tikungan agar kecepatan kereta lebih tinggi. "Kalau sekarang ini 50 kilometer, tapi lama sekali," katanya di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Senin, 11 September 2017.
Budi mengatakan rel ganda Bogor-Sukabumi menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 400 miliar. Dia menuturkan Rp 50 miliar-100 miliar di antaranya sudah disalurkan.
Pembangunan rel kereta api ganda itu rencananya akan diteruskan hingga ke Cianjur serta Bandung. Budi menargetkan pembangunan konektivitas Cianjur-Padalarang sudah kembali tersambung tahun depan.
Menurut Budi, pengembangan transportasi publik ini bisa mengarah kepada pembangunan transit oriented development (TOD) di lebih banyak kawasan. Saat ini, pemerintah sedang membangun TOD di dua lokasi, yaitu Tanjung Barat dan Pondok Cina.
Pagi ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero baru saja meneken kerja sama pemanfaatan lahannya untuk TOD di Bogor. Perjanjian dilakukan bersama PT Waskita Realty serta Pemerintah Kota Bogor.
VINDRY FLORENTIN
Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/09/11/090908114/rel-kereta-ganda-bogor-sukabumi-dibangun-10-november-2017

No comments:
Post a Comment